KabarMakassar.com -- Ramai beredar di jagat maya vidio dua gadis remaja yang diketahui asal di Jeneponto adu jotos.
Dalam vidio berdurasi 2,9 detik tersebut mempertontonkan gadis remaja berjilbab biru yang dibalut seragam sekolah corak batik yang dipadu dengan rok panjang berwarna biru sedang beradu mulut sambil mengeluarkan nada menantang kepada gadis remaja kaos hitam dengan celana leging warna pink.
"Mannukare lamallaka,"ucap remaja yang belum diketahui identitasnya didalam video tersebut.
Aksi saling tunjuk pun terjadi. Tak hanya saling tunjuk, kedua gadis remaja itu pun saling menjambak rambut hingga adu jotos.
Mirisnya, aksi perkelahian tersebut malah direkam oleh siswa lainnya bukan dilerai.
"Sessaji....sessaji, Matemi deng, matemi deng," ucap salah satu penonton didalam video itu.
Video kiriman dari akun instagram milik @makassar_.info itu pun mendapat beragam komentar dari para netizen.
"Seperti akun ig @andialifrnr_Gaspoll????????. Lain lagi dengan ig @hasbulla_hatta dengan komentar;masalah cowok lg kaya'nya,"tulis dikolom komentar
Video yang tersebar tersehut telah ditonton sebanyak 1.711.
Dari hasil penelusuran kabarmakassar.com, salah satu gadis remaja yang terlibat adu jotos adalah pelajar asal Sekolah SMP Negeri 1 Kelara. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Kelara, Karaeng Baso.
"Ya, memang benar itu siswi kami yang duduk dibangku kelas IX atau kelas 3," ucapnya saat dikonfirmasi via telepon oleh tim kabarmakassar.com, Sabtu (19/03).
Menurutnya insiden kekerasan itu terjadi di depan Puskesmas Tolo, Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan pada hari Rabu, 16 Maret 2022 lalu.
"Ada beberapa penyebab sehingga perkelahian terjadi. Ada yang bilang soal cowok, ada yang bilang soal chat di whats App," jelasnya.
Saat ditanya terkait nama siswa, Karaeng Baso mengaku tidak mengetahui persis.
"Saya juga belum tahu persis namanya, tapi masalah sudah selesai saat ditangani guru BP. Untuk lawannya sendiri itu adalah anak SD dari Paitana," akunya.
Terkait sanksi yang diberikan, Baso mengungkapkan, pihak sekolah hanya memberi petingatan.
Sementara itu, Kapolsek Kelara Iptu Sukhardi, mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait aksi adu jotos tersebut.
"Benar, anak itu berasal dari SMP 1 Kelara namun hingga saat ini kami belum mendapatkan aduan yang masuk," tukasnya.
Pilihan Lain